Dukung Misi Pertanian Prabowo Subianto, Wamentan Sudaryono Perkuat Pengembangan SDM dengan Jepang

Avatar photo

- Penulis

Senin, 14 Oktober 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Menteri Pertanian (Wamentan), Sudaryono saat menghadiri diskusi Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) di Jepang yang bertajuk Prioritas Pembangunan Pertanian di Pemerintahan Prabowo. (Dok. Kementan)

Wakil Menteri Pertanian (Wamentan), Sudaryono saat menghadiri diskusi Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) di Jepang yang bertajuk Prioritas Pembangunan Pertanian di Pemerintahan Prabowo. (Dok. Kementan)

BISNISIDN.COM – Wakil Menteri Pertanian (Wamentan), Sudaryono menegaskan misi besar Presiden terpilih Prabowo Subianto.

Salah satunya ialah menjadikan Indonesia sebagai negara swasembada pangan dan lumbung pangan dunia.

Untuk mendukung hal tersebut, Wamentan Sudaryono melakukan kunjungan bilateral ke Jepang.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Guna memperkuat kolaborasi dalam pengembangan sumber daya manusia (SDM) pertanian yang modern.

Dikutip Haloagro.com, lewat penguatan SDM ini, diharapkan dapat mempercepat transformasi Indonesia menuju pertanian yang mandiri dan berkelanjutan.

“Misi Presiden terpilih adalah membangun pangan kita agar lebih kuat dan berkelanjutan.”

“Karena itu kita harus mempersiapkan SDM yang unggul. Jangan sampai generasi muda kita yang banyak ini tidak memiliki ilmu dalam membangun pertanian Indonesia,” kata Wamentan Sudaryono

Dia menyampaikan saat menghadiri diskusi Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) di Jepang yang bertajuk Prioritas Pembangunan Pertanian di Pemerintahan Prabowo, Minggu (13/10/2024).

Menurut Wamentan Sudaryono Jepang merupakan salah satu negara yang telah lama menjadi mitra strategis dalam kemajuan pertanian Indonesia.

Seperti, menyediakan peluang bagi warga negara Indonesia untuk belajar dan bekerja di negeri Sakura tersebut.

Wamentan Sudaryono mengungkapkan, dirinya telah melakukan kunjungan bilateral.

Dengan sejumlah negara di Eropa, termasuk Belanda, Prancis, dan Belgia beberapa waktu lalu.

Ia menyebut kunjungan bilateral itu dilakukan dalam rangka memperkuat ketahanan pangan nasional.

Dengan menjalin kerja sama internasional di bidang pendidikan pertanian, teknologi pangan, serta sistem distribusi.

“Saya dalam kunjungan ke berbagai negara baik itu Prancis, Belanda, Belgia maupun negara Asia selalu ngotot melobi mereka agar membuka tenga kerja khusus pertanian.”

“Hanya memang sejauh ini ada 3 negara yang membuka. Pertama Jepang, Korea dan Taiwan.”

“Tapi yang paling lama adalah Jepang,” ujar Wamentan Sudaryono yang merupakan alumni National Defense Academy of Japan.

Wamentan Sudaryono mengingatkan pentingnya mempersiapkan generasi muda aar memiliki pengetahuan dalam sektor pertanian yang modern.

Apalagi, Indonesia saat ini memiliki kebutuhan besar dalam menjaga ketahanan pangan nasional melalui program cetak sawah serta optimasi lahan rawa (Oplah).

Sebagai penguatan ketahanan pangan nasional tersebut, lanjut Wamentan Sudaryono, pemerintah telah melakukan kolaborasi dengan berbagai stakeholder.

Terutama jajaran Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Kepolisian Republik Indonesia (Polri).

“Kita dalam urusan ketahanan pangan ini melibatkan jajaran TNI dan Polri karena mereka akan mem-backup komponen cadangan pangan.”

“Mengapa? Karena TNI juga punya batalion penyangga daerah lahan rawa,” jelasnya.

Sebelumnya, Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman juga mengajak mahasiswa Indonesia.

Baik yang berkuliah di dalam negeri maupun luar negari, untuk menjadi pelopor inovasi dan menciptakan lapangan kerja di sektor pertanian.

Transformasi pertanian, menurut Amran, memerlukan tenaga kerja yang terampil untuk menghadapi tantangan global, dengan harapan Indonesia dapat menjadi lumbung pangan dunia.***

Sempatkan untuk membaca berbagai berita dan informasi seputar ekonomi dan bisnis lainnya di media Ekbisindonesia.com dan Ekonominews.com

Jangan lewatkan juga menyimak berita dan informasi terkini mengenai politik, hukum, dan nasional melalui media On24jam.com dan Pontianak24jam.com

Sedangkan untuk publikasi press release serentak di puluhan media lainnya, klik Rilisbisnis.com (khusus media ekbis) dan Jasasiaranpers.com (media nasional)

Atau hubungi langsung WhatsApp Center Rilispers.com (Pusat Siaran Pers Indonesia /PSPI): 085315557788, 087815557788, 08111157788.

Klik Persrilis.com untuk menerbitkan press release di portal berita ini, atau pun secara serentak di puluhan, ratusan, bahkan 1.000+ jaringan media online.

Pastikan juga download aplikasi Hallo.id di di Playstore (Android) dan Appstore (iphone), untuk mendapatkan aneka artikel yang menarik. Media Hallo.id dapat diakses melalui Google News. Terima kasih.

Berita Terkait

Sinergi PR Newswire dan PSPI Hadirkan Distribusi Pers Rilis Berbasis 175+ Media di Indonesia
Rp50 Triliun Dana Patriot Bond Siap Biayai Proyek Sampah Jadi Listrik Indonesia
Blokir Anggaran Mulai Rontok, Realisasi Belanja K/L Rp686 Triliun
Ketidakpastian The Fed, CSA Index September 2025 Turun ke 65,4
Negosiasi Dagang RI-AS: Tarik Ulur Tarif Resiprokal dan Pembelian Energi Rp244 Triliun
Shell Super Hadir Lagi, Konsumen Masih Menunggu Kepastian V-Power
Rahasia Sukses Undang Jurnalis Ekonomi untuk Liputan Acara Perusahaan
Era Baru Komunikasi Digital Perusahaan Dengan Galeri Foto Pers

Berita Terkait

Selasa, 18 November 2025 - 14:32 WIB

Sinergi PR Newswire dan PSPI Hadirkan Distribusi Pers Rilis Berbasis 175+ Media di Indonesia

Selasa, 14 Oktober 2025 - 10:59 WIB

Rp50 Triliun Dana Patriot Bond Siap Biayai Proyek Sampah Jadi Listrik Indonesia

Rabu, 24 September 2025 - 08:13 WIB

Blokir Anggaran Mulai Rontok, Realisasi Belanja K/L Rp686 Triliun

Sabtu, 13 September 2025 - 00:20 WIB

Ketidakpastian The Fed, CSA Index September 2025 Turun ke 65,4

Rabu, 10 September 2025 - 14:41 WIB

Negosiasi Dagang RI-AS: Tarik Ulur Tarif Resiprokal dan Pembelian Energi Rp244 Triliun

Berita Terbaru