Brand Lokal Unjuk Gigi di Laporan Brand Footprint 2025, Ini Strategi Mereka Tumbuh Cepat

Avatar photo

- Penulis

Kamis, 22 Mei 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA — Di tengah perubahan perilaku belanja masyarakat Indonesia, Kantar Worldpanel Indonesia kembali menghadirkan laporan tahunan Brand Footprint 2025, yang mengukur brand FMCG yang paling banyak dipilih oleh rumah tangga di Indonesia.

Menggunakan metriks Consumer Reach Point (CRP)—yang menggabungkan penetrasi (jumlah rumah tangga yang membeli) dan frekuensi pembelian—laporan ini menelusuri bagaimana sebuah brand dapat memperkuat kehadirannya di benak dan di keranjang konsumen.

“CRP memberikan gambaran yang lengkap terkait kekuatan sebuah brand di pasar FMCG.
Karena itu, memahami bagaimana CRP terbentuk—melalui penetrasi dan frekuensi—adalah
kunci bagi para marketer untuk mengambil keputusan yang lebih akurat dalam mengembangkan brand mereka,” ujar Venu Madhav, Managing Director Kantar Worldpanel Indonesia.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tahun ini: Fokus pada pertumbuhan brand

Brand Footprint 2025 menyoroti pertumbuhan brand dari sisi strategi: apakah pertumbuhan
itu didorong oleh bertambahnya jumlah pembeli, atau karena konsumen membeli lebih
sering?

Tahun ini, data menunjukkan bahwa semakin banyak brand berhasil tumbuh dibanding tahun
sebelumnya.

Sebanyak 62% brand di dalam studi Brand Footprint Indonesia 2025 mengalami peningkatan CRP, jauh lebih tinggi dibanding tahun lalu yang hanya mencapai 49%.

Dari seluruh brand yang tumbuh, mayoritas—yakni 89%—mendapatkan pertumbuhannya melalui peningkatan penetrasi atau dalam kata lain, bertambahnya jumlah rumah tangga yang
membeli brand tersebut.

Sebagian kecil lainnya tumbuh karena berhasil mendorong frekuensi pembelian dari konsumen yang sudah ada.

Dalam edisi kali ini, Kantar Worldpanel juga memperkenalkan klasifikasi baru berdasarkan
tingkat penetrasi pasar untuk lebih memahami posisi dan strategi setiap brand:

• Super Brands: >70% penetrasi
• Large Brands: 30%–70% penetrasi
• Medium Brands: 10%–30% penetrasi
• Small Brands: <10% penetrasi

Pengelompokan ini memberikan kerangka kerja strategis yang lebih jelas: bagi brand kecil
hingga menengah, fokus utama tetap harus pada peningkatan penetrasi—yakni menjangkau
lebih banyak pembeli.

Sementara itu, brand dengan penetrasi yang lebih tinggi juga perlu mengoptimalkan frekuensi pembelian agar dapat terus mempertahankan pertumbuhan.

“Pertumbuhan brand di Indonesia saat ini lebih banyak didorong oleh kemampuan untuk
menjangkau pembeli baru. Strategi untuk memperluas basis pembeli terbukti lebih dominan,
terutama di kalangan brand kecil hingga menengah, dibandingkan mengandalkan peningkatan frekuensi pembelian semata.

Dengan kata lain, semakin banyak pembeli yang dijangkau, semakin besar peluang merek untuk tumbuh lebih cepat —terutama bagi mereka yang penetrasi pasar nya masih relatif kecil,” ujar Corina Fajriyani, Senior Marketing Manager Kantar Worldpanel Indonesia.

Highlight Brand Teratas

Di edisi Brand Footprint 2025, peringkat 10 teratas masih dikuasai brand-brand yang sama,
meskipun terjadi sedikit perubahan posisi antar brand.

Hal ini menandakan bahwa persaingan di level atas semakin ketat, dan mempertahankan posisi di jajaran atas membutuhkan upaya yang konsisten.

Untuk masuk ke dalam 10 besar, sebuah merek harus dipilih oleh konsumen Indonesia setidaknya sebanyak 750 juta kali dalam satu tahun—angka yang menunjukkan betapa kuatnya loyalitas dan jangkauan yang harus dimiliki.

Selain itu, tahun ini Kantar juga memberikan penghargaan kepada brand yang berhasil
memasuki jajaran 100 brand teratas Most Chosen Brand sebagai “The Remarkable
Newcomer”.

Tiga brand lokal berhasil meraih pencapaian ini: Kanzler, Gentle Gen, dan Sayang. Kehadiran mereka menunjukkan bahwa merek lokal terus membuktikan daya saingnya sebagai pilihan konsumen Indonesia dan mampu bertumbuh dengan cepat .

Top 10 Most Chosen FMCG Brands

“Brand Footprint membuktikan bahwa pertumbuhan yang lebih cepat bisa dicapai jika brand terus memperluas jangkauan ke konsumen baru.”

“Untuk sebagian besar brand, meningkatkan penetrasi adalah strategi yang paling berdampak. Akan tetapi, setelah sebuah brand menjangkau lebih dari 70% rumah tangga—atau masuk kategori Super Brand—fokus bisa dialihkan untuk meningkatkan frekuensi pembelian,” tutup Venu Madhav.

Kantar Worldpanel Indonesia juga menyampaikan selamat kepada seluruh brand yang
berhasil memenangkan penghargaan Brand Footprint 2025.

Prestasi ini menjadi bukti nyata kekuatan mereka dalam menjangkau konsumen dan tetap relevan di tengah persaingan yang semakin ketat.***

Berita Terkait

800 Paket Sedekah The Harvest Jadi Bukti Komitmen Korporasi Terhadap Tanggung Jawab Sosial dan Kualitas
Kualitas Ekspor, Produk Kemasan Lokal Tangerang Ini Siap Bersaing di Pasar Global
Cara Mudah Investasi Crypto: Mulai Cek Harga Hingga Transaksi Bitcoin
Satu Ekosistem, Seribu Cerita: 24jamnews.com Hidupkan Media Pers Daerah
PMI Manufaktur RI 51,5 Poin, Stabilitas Nasional Jadi Penentu
Fleet Telematics System, Solusi Cerdas untuk Kelola Armada Tanpa Ribet
Strategi GCG dan Inovasi Digital Bawa Pertamina Masuk 171 Fortune Global 500
Teknologi Plinazolin Bantu Petani Atasi Hama Padi, Cabai, dan Bawang Merah

Berita Terkait

Selasa, 7 April 2026 - 10:46 WIB

800 Paket Sedekah The Harvest Jadi Bukti Komitmen Korporasi Terhadap Tanggung Jawab Sosial dan Kualitas

Jumat, 13 Februari 2026 - 19:54 WIB

Kualitas Ekspor, Produk Kemasan Lokal Tangerang Ini Siap Bersaing di Pasar Global

Jumat, 7 November 2025 - 19:55 WIB

Cara Mudah Investasi Crypto: Mulai Cek Harga Hingga Transaksi Bitcoin

Selasa, 21 Oktober 2025 - 10:10 WIB

Satu Ekosistem, Seribu Cerita: 24jamnews.com Hidupkan Media Pers Daerah

Rabu, 3 September 2025 - 06:29 WIB

PMI Manufaktur RI 51,5 Poin, Stabilitas Nasional Jadi Penentu

Berita Terbaru