PHE Siapkan Dua CCS Hub dan Satelit untuk Capai Target Emisi 68%

Teknologi CCS/CCUS jadi andalan PHE turunkan emisi sektor energi dan jaga integritas bisnis

Avatar photo

- Penulis

Rabu, 23 Juli 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PHE terus memperkuat peran strategisnya dalam mewujudkan kemandirian energi nasional melalui pendekatan ekonomi hijau yang berkelanjutan. (Dok. PT Pertamina Hulu Energi)

PHE terus memperkuat peran strategisnya dalam mewujudkan kemandirian energi nasional melalui pendekatan ekonomi hijau yang berkelanjutan. (Dok. PT Pertamina Hulu Energi)

PT PERTAMINA Hulu Energi (PHE) terus memperkuat peran strategisnya dalam mewujudkan kemandirian energi nasional melalui pendekatan ekonomi hijau yang berkelanjutan.

Komitmen ini diwujudkan lewat strategi dual growth yang menyeimbangkan peningkatan produksi minyak dan gas bumi (migas) serta pengembangan bisnis rendah karbon berbasis teknologi CCS/CCUS.

Direktur Perencanaan Strategis, Portofolio dan Komersial PHE, Edy Karyanto menyebut tuntutan dekarbonisasi global sudah menjadi tantangan nyata bagi pelaku usaha energi.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

“PHE memanfaatkan keahlian hulu migas untuk mengembangkan teknologi CCS dan CCUS yang relevan dan potensial di Indonesia,” ujar Edy dalam webinar, Selasa (22/7/2025).

Penerapan strategi ini juga sejalan dengan visi pemerintah mencapai Net Zero Emission (NZE) pada 2060 yang sudah menjadi komitmen nasional bersama di sektor energi.

Potensi Besar Indonesia Jadi Pusat Penyimpanan Karbon Regional Asia Tenggara

Indonesia memiliki keunggulan geografis dan geologis yang menjadikannya kandidat kuat sebagai pusat penyimpanan karbon regional Asia Tenggara.

Menurut Edy, cadangan saline aquifer dan lapangan migas yang sudah habis (depleted field) di Indonesia memiliki kapasitas penyimpanan emisi karbon sangat besar.

“Indonesia juga dikelilingi negara-negara penghasil emisi dengan target penurunan emisi yang tidak memiliki kapasitas penyimpanan CO₂,” jelas Edy kepada peserta webinar.

Potensi kapasitas penyimpanan karbon yang bisa dimanfaatkan Indonesia diproyeksikan mencapai 7,3 giga ton, cukup untuk menopang target reduksi 68% sektor energi pada 2060.

Sebagai informasi, konsep hub CCS/CCUS yang kini disiapkan PHE akan menghubungkan pusat emisi industri dengan lokasi penyimpanan karbon yang tersebar di berbagai wilayah.

Komitmen ESG PHE Dukung Bisnis Bersih dan Bebas Penyuapan Sesuai ISO 37001

Selain fokus pada inovasi bisnis rendah karbon, PHE juga konsisten menerapkan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) dalam operasionalnya.

Prinsip ini diwujudkan dengan investasi berkelanjutan pada operasi hulu migas serta penerapan Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP) berstandar ISO 37001:2016.

“Zero tolerance terhadap penyuapan merupakan komitmen utama PHE untuk memastikan tata kelola perusahaan yang bersih dan terpercaya,” ujar Edy menegaskan.

Langkah ini juga sejalan dengan upaya Pertamina Grup untuk terus menjaga integritas di setiap lini usaha, sehingga mendukung keberlanjutan jangka panjang bisnis energi nasional.

Dengan strategi hijau dan tata kelola bersih, PHE optimistis bisa memberi kontribusi besar dalam mewujudkan swasembada energi yang mandiri dan ramah lingkungan di Indonesia.***

Sempatkan untuk membaca berbagai berita dan informasi seputar ekonomi dan bisnis lainnya di media Infoemiten.com dan Panganpost.com.

Simak juga berita dan informasi terkini mengenai politik, hukum, dan nasional melalui media Infoseru.com dan Poinnews.com.

Informasi nasional dari pers daerah dapat dimonitor langsumg dari portal berita Jatengraya.com dan Hallobandung.com.

Untuk mengikuti perkembangan berita nasional, bisinis dan internasional dalam bahasa Inggris, silahkan simak portal berita Indo24hours.com dan 01post.com.

Pastikan juga download aplikasi Hallo.id di Playstore (Android) dan Appstore (iphone), untuk mendapatkan aneka artikel yang menarik. Media Hallo.id dapat diakses melalui Google News. Terima kasih.

Kami juga melayani Jasa Siaran Pers atau publikasi press release di lebih dari 175an media, silahkan klik Persrilis.com

Sedangkan untuk publikasi press release serentak di media mainstream (media arus utama) atau Tier Pertama, silahkan klik Publikasi Media Mainstream.

Indonesia Media Circle (IMC) juga melayani kebutuhan untuk bulk order publications (ribuan link publikasi press release) untuk manajemen reputasi: kampanye, pemulihan nama baik, atau kepentingan lainnya.

Untuk informasi, dapat menghubungi WhatsApp Center Pusat Siaran Pers Indonesia (PSPI): 085315557788, 087815557788.

Dapatkan beragam berita dan informasi terkini dari berbagai portal berita melalui saluran WhatsApp Sapulangit Media Center

Berita Terkait

800 Paket Sedekah The Harvest Jadi Bukti Komitmen Korporasi Terhadap Tanggung Jawab Sosial dan Kualitas
Kualitas Ekspor, Produk Kemasan Lokal Tangerang Ini Siap Bersaing di Pasar Global
Cara Mudah Investasi Crypto: Mulai Cek Harga Hingga Transaksi Bitcoin
Satu Ekosistem, Seribu Cerita: 24jamnews.com Hidupkan Media Pers Daerah
PMI Manufaktur RI 51,5 Poin, Stabilitas Nasional Jadi Penentu
Fleet Telematics System, Solusi Cerdas untuk Kelola Armada Tanpa Ribet
Strategi GCG dan Inovasi Digital Bawa Pertamina Masuk 171 Fortune Global 500
Teknologi Plinazolin Bantu Petani Atasi Hama Padi, Cabai, dan Bawang Merah

Berita Terkait

Selasa, 7 April 2026 - 10:46 WIB

800 Paket Sedekah The Harvest Jadi Bukti Komitmen Korporasi Terhadap Tanggung Jawab Sosial dan Kualitas

Jumat, 13 Februari 2026 - 19:54 WIB

Kualitas Ekspor, Produk Kemasan Lokal Tangerang Ini Siap Bersaing di Pasar Global

Jumat, 7 November 2025 - 19:55 WIB

Cara Mudah Investasi Crypto: Mulai Cek Harga Hingga Transaksi Bitcoin

Selasa, 21 Oktober 2025 - 10:10 WIB

Satu Ekosistem, Seribu Cerita: 24jamnews.com Hidupkan Media Pers Daerah

Rabu, 3 September 2025 - 06:29 WIB

PMI Manufaktur RI 51,5 Poin, Stabilitas Nasional Jadi Penentu

Berita Terbaru

Pers Rilis

Desay SV Pamerkan Inovasi Mobilitas Berbasis AI di AEE 2026

Jumat, 29 Mei 2026 - 05:27 WIB